Jumat, 19 November 2021

Garuda Bangkrut Bukan Hanya Karena Masalah Manajemen Saja, Ada Faktor Lain ?


Yenny Wahid: Kami Sedang Berjuang Keras Agar Garuda Indonesia Tidak  Dipailitkan | merdeka.com

 

 

Garuda bangkrut karena memang tidak bisa berbisnis dan tidak boleh berbisnis. Itu karena BUMN adalah cara mengelola aset negara yang salah. Begini maksudnya kalau rakyat yang menjadi PASAR, maka tidak boleh asing atau pemerintah yang mengendalikan supply nya.

Sebentar sebentar, kita ini berusaha menjelaskan sisi ekonomi BUMN dari kacamata lainnya. Sungguh, berat memang kalau pemahaman sosialis sudah masuk ke dalam pikiran bawah sadar banyak masyarakat terutama para politikusnya yang ke arah kiri sosialis.

Bisnis itu akan berjalan baik kalau yang menjalankan adalah mereka yang berfikiran liberal,bebas. Kita ukan anti sosialis yang pemerintahnya mengendalikan rakyatnya dengan kekang yang ketat, di mana itu adalah tingkat sosialis kuno yang di anut banyak aliran partai di Indonesia dengan bungkusan nasionalis sosialis istilah aliran Politiknya.

Ini harus di luruskan pemahamannya. Nasionalis liberal lebih lincah daripada nasionalis sosialis di dalam membangun ekonomi negara. Bahkan newmind mengambil aliran politiknya Nasionalis Patriotis yang lebih agresif ekonominya sampai ekspansi ke luar negerinya negara full bantu.

Pemahaman ekonomi politiknya newmind adalah "Tengah Bawah". Baik, kita jelaskan sekali lagi pemahaman politik dan ekonomi dari kaum newmind.

bayangkan ada tempatkolom di depan anda. Kiri atas, A, Kanan atas B, Kiri bawah C dan Kanan Bawah D.

A dan C kalau di gabung adalah aliran ekonominya Sosialis.

B dan D kalau di gabung aliran ekonominya Kapitalis.

A dan B adalah kaum Elitis.

C dan D adalah kaum Akar Rumput.

Selama 6 pemerintahan di Indonesia selain Pak Soekarno, semua politiknya dan ekonominya main di Elitis. Pak SBY elitis kapitalis sisi kanan atas B, para oligarki dan konglomerat kapitalis atas yang mengendalikan ekonomi dan di beri kemudahan yang sekarang elitis sosialis yaitu yang A BUMN.

Sisa presiden yang lain, Soeharto dengan amerikanya , elitis kapitalis, habibie dengan IMF, Gus Dur, Mega sama semuanya.

Kemudian, para calon presiden nanti 2024 semuanya juga akan tetap main di elitis. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, Newmind memiliki konsep politik dan ekonominya akar rumput.

Di sisi C adalah kaum buruh, petani, nelayan, di sisi D adalah UKM.

Ini jelas berlawanan, karena jika newmind dapat mandat maka 800 BUMN tinggal 50, dimana yang 750 BUMN pasar dan bisnisnya akan di bagi - bagi di berikan ke 1 juta UKM.

Oligraki dengan monopolinya selama ini, pasti akan di pecah pasarnya dan fasilitasnya di distribusikan ke 5 juta UKM kelas menengah yang akan menghidupkan 20 juta UKM kelas mikro dan kecil. 

Jadi mulai faham kenapa ketika BUMN yang telah di prediksi pasti merugi sejak pejabat sekarang punya gaya membangun proyek tidak terlalu produktif kebanyakan konsumtif namun keren di lihatnya membuat banyak BUMN merugi karena semua itu di bangun memakai pinjaman atau hutangan.

BUMN gampang di kendalikan oleh kekuatan politik. Sementara, politik itu bukan ahli ekonomi. Kalau Drive nya politik maka kegiatan ekonomi bukan cari untung tetapi hanya cari populer.

Drive ekonomi harusnya taat pada kebutuhan pasar, bagaimana menciptakan demand, dan bagaimana menyediakan supplay dari produk UKM dalam negeri.

Tidak mungkin semua itu bisa berpihak ke akar rumput selama elitis di spesialkan seperti saat ini, memberi karpet merah ke elitis, BUMN dan oligarki, dan di 2024 masih mau memilih yang ada etalase politik para gubernur dsn menteri menterinya incumbent yang punya aliran elitis?

Pastikan bukan juga dari oposisi yang tidak pernah memberikan solusi selama jadi oposisi pilihan.

Share:
Lokasi: 18 Hobart Ave, Forrest ACT 2603, Australia

0 komentar:

Posting Komentar


Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support